Bacaan imalah hanya ditemukan pada satu tempat dalam Al-Qur’an menurut Imam Hafs, yaitu pada Surah Hud ayat 41.
Lafaz tersebut disebut imalah karena dimaksudkan untuk membedakan makna, yaitu antara ‘berjalan di darat’ dan ‘berjalan di laut’. Karena perjalanan di laut cenderung tidak stabil (terombang-ambing ombak), maka bacaan imalah dianggap tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut.
Menurut Imam Warasy terdapat dua macam imalah: imalah sugra (dibaca washal/tidak berhenti) dan imalah kubra (dibaca waqaf/berhenti, biasanya pada lafaz yang berakhiran alif maqsurah/alif bengkok).

