Sunday, June 28, 2026
Course Content
1. Pengertian Bacaan Garib
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan dalam bahasa Arab menggunakan huruf hijaiah. Karena keluasan dan kekayaan bahasa Arab, terdapat beberapa bacaan yang tidak lazim atau “asing” (garib) jika dibaca tanpa mengetahui kaidahnya. Memahami bacaan garib penting agar peserta didik dapat membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah yang diajarkan oleh para ulama qiraah, khususnya riwayat Imam Hafs dari Imam Ashim.
0/4
5. Naql
Naql adalah memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya dalam pengucapan tanpa mengubah tulisan; ditemukan pada Surah al-Hujurat ayat 11.
0/3
6. Mad dan Qasr
Mad/qasr garib adalah penyimpangan dari kaidah mad biasa, yaitu bacaan pendek yang menjadi panjang atau sebaliknya, ditandai dengan sifrun mustadir, sifrun mustatil, atau ketentuan lazim riwayat Imam Hafs pada beberapa ayat tertentu.
0/3
7. Saktah
Saktah adalah menghentikan bacaan sejenak (± dua harakat) tanpa bernapas baru, kemudian melanjutkan bacaan; terdapat pada empat tempat dalam Al-Qur'an (al-Kahf, Yasin, al-Qiyamah, dan al-Mutaffifin).
0/3
Penerapan Bacaan Garib dalam Al-Qur’an

Bacaan garib berbeda dari kelaziman bacaan pada umumnya dan memerlukan penjelasan khusus agar tidak terjadi kesalahan saat membacanya.

Menurut para ahli qiraah (Qurra’), garib merupakan permasalahan yang masih membutuhkan penjelasan karena rumitnya aspek huruf, lafal, arti, maupun pemahaman dalam Al-Qur’an.

Bacaan garib tidak banyak ditemui dalam Al-Qur’an, sehingga kebanyakan orang awam tidak mengetahuinya. Oleh karena itu, setiap muslim wajib mempelajarinya agar tidak salah dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Terdapat lima sampai enam macam bacaan garib yang akan dipelajari dalam bab ini, yaitu imalah, isymam, tashil, naql, mad/qasr, dan saktah.