Menurut Imam Hafs, lafaz isymam dalam Al-Qur’an hanya terdapat pada satu tempat, yaitu Surah Yusuf ayat 11 pada lafaz لَا تَأْمَنَّا.
Lafaz tersebut pada Rasm Utsmani hanya ditulis dengan satu nun bertasydid, sehingga muncul perbedaan pendapat mengenai posisi harakat damah yang dimaksud.
Sebagai jalan tengah, bunyi bacaan mengikuti rasm (tulisan asli), sedangkan gerakan bibir (moncong) mengikuti lafaz asalnya.
Cara lain yang diperbolehkan adalah membaca harakat secara samar dan cepat hingga suaranya tinggal 2/3 harakat; cara ini disebut ikhtilas.

